Minggu, 17 Februari 2013

UPAYA PEMBERDAYAAN SATUAN TERITORIAL DALAM MENCEGAH DIDINTEGRASI BANGSA



1
UPAYA PEMBERDAYAAN SATUAN TERITORIAL DALAM MENCEGAH DIDINTEGRASI BANGSA

*)       Assalamualaikum Wr Wb , salam sejahtera dan selamat pagi
-        Yth Pangkostrad
-        Yang kami hormati Kaskostrad beserta Pangdiv 1 dan Pangdiv 2
-        Para Assisten Kaskostrad dan Kabalak
-        Para Assisten kasdivif 1 dan 2 serta para Dansat yang kami hormati.

Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan taufik dan hidayah kepada kita , sehingga kita dapat melaksanakan kegiatan rapim dan apel Dansat kostrad dalam keadaan sehat walafiat , sekaligus kami diberi kesempatan untuk memaparkan karya tulis yang dibuat dalam rangka lomba untuk menyongsong HUT ke 44 Kostrad dengan judul :
“UPAYA PEMBERDAYAAN SATUAN TERITORIAL DALAM MENCEGAH DIDINTEGRASI BANGSA”

*)       Dari judul yang kami pilih , selanjutnya kami meencoba menuangkan dalam benuk alur pikir sebagai berikut :
          pemberdayaan satter pada hakekatnya identik dengan pembahasan tentang aktualisasi penyelenggaraan binter, karena tugas utama satter (Kowil) adalah menyelenggarakan binter didaerah .
2
Binter yang dilaksanakan selama ini sesuai dengan perkembangan penyelengaraan binter yang diakasanakan selama ini . Namun bila dihadapkan pada tinjauan penyelenggaraan binter maupun peran binter yang dilaksanakan cenderung bertepuk sebelah tangan . Seolah olah binter adalah tugas TNI AD , sehingga dalam pemberdayaannya kurang mendapat hasil yang optimal . Halini juga sangat dipengaruhi oleh factor lingkungan strategis , baik perkembangan global , regional maupun nasional . Selanjutnya untuk mengantisipasi dan menghadapi ancaman yang mungkin timbul , dimana binter masih dianggap penting untuk dilaksanakan , maka perlu dilakukankan suatu upaya pemberdayaan satuan territorial yang diantaranya meliputi pemberdayaan potensi wilayah , membuka jalur komunikasi langsung , sosialisasi pentingnya temu cepat/ lapor cepat dan memperkokoh kemanunggalan TNI- Rakyat . Melalui upaya tersebut penyelenggaraan binter oleh satter dapat mencapai hasil yyang diharapkan diantaranya mencegah disintegrasi bangsa .

*)       Kemudian untuk mewadahi alur piker yang kami uraikan tadi , karya tulis ini disusun dengan ruang lingkup sebagai berikut :

a.           Pendahuluan.
b.           Latar belakang pemikiran
c.           Tinjauan penyelenggaraan binter oleh satter selama ini
d.           Fakto factor yang mempengaruhi.
3
e.           Persepsi tentang ancaman dan pentingnya binter
f.             Upaya pemberdayaan satter
g.           Penutup.

*)       Bapak Pangkostrad YTH,
Pembahasan tentang upaya pemberdayaan satter dalam mencegah disintegrasi bangsa , kami awali dengan latar belakang pemikiran , bahwa binter yang dilaksanakan TNI AD selak perang kemerdekaan selalu bersama sama dengan rakyat yang bertujuan untuk mengusir dengan membangun suatu perlawanan semesta . Oleh karenanya sejarah perkembangan binter , sesuai dengan perkembangan TNI AD tentang fungsi dan pweran TNI AD , telah memberikan yustifikasi bahwa TNI yang memang terlahir dari rakyat dan berjuang untuk kepentingan rakyat memegang peranan penting dan bahkan menjadi pelaku utama bersama sama komponen bangsa lainnya dalam mengisi kemerdekaan bangsa indonesia .  sehingga peran binter walaupun belum terlembaga telah dimulai sejak bulan juli 1958 . selanjutnya peran tersebut berkembang sejalan dengan pengakuan dan kekuata TNI Rakyat  yang dibakukan dalam “Sishankamrata “ . Dalam konteks ini secara formal binter telah diselenggarakan . Selanjutnya pada era orde baru TNI melalui Koternya telah dilibatkan
4
secara langsung dalam masalah sospol yang kemudiaan menempatkan TNI menjadi alat untuk melanggengkan kekuasaan melalui binter dan Dwi fungsi yang disimpangkan . oleh karenanya pada era reformasidengan segala kesadaran akan kesalahan masa lalu , TNI segera mencanangkan diri untuk kembali pada jati dirinya melalui reformasi internal , sehingga peran dan fungsi binter perlu ditata kembali sejalan dengan tujuaan binter yang sebenarnya .
Beberapa landasan penyelengaraan binter yang dapat kami kemukakan antara lain UU no 27/1997 pasal 1dan 2 yang mengatur bahwa “ mobilisasi adalah tindakan dan penggunaan secara serentak SDN serta sarpras nasional yang dibinaa dan dipersiapkan sehingga komponen kekuatan pertahanan dan keamaanan Negara “ secara konstitusional landasan tersebut tertuang dalam pembukaan UUD 1945 yang menyatakan “ bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa , maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan “.
Selanjutnya pasal 30 UUD 1945 yang telah diamandemen pada ayat 1 menyatakan bahwa “ Tiap tiap warag Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara , dan ayat 2 mengatakan “ usaha pertahanan dan kemanan Negara dilaksanakan melalui system pertahanan dan keamanan rakyat
5
semesta oleh TNI dan POLRI sebagai kekuatan utama dan rakyat seagai kekuatan pendukung .
Kemudian ketentuan dalam Tap MPR No IV/MPR/1999 juga telah menyinggung sishankamrata dan pada Tap MPR No VII/MPR/2000 pasal 2 ayat 3 TNI melaksanakan tugas Negara dalam penyelenggaraaan wajib militer bagi warga negara yang diatur dalam Undang Undang Untuk penyiapan ini sebenarnya melalui proses penyelengarakan binter .
Oleh karenanya tugas binter oleh satter sebagai bagian dari TNI AD adalah melaksanakan    tugas pokok TNI AD dan menyelenggarakan binter dalam bentuk fisik maupun nonfisik untuk mengelola geo,demo`,konsos bagi kepentingan pertahanan didarat untuk mendukung sishankamrata . Disisi lain satter dengan binternya dapat berperan serta dalam meningkatkan pembangunan baik langsung maupun tak langsung untuk mendinamisasi masyarakat dalam berpartisipasi , namun tidak sdapat dipungkiri dalam kehidupan masyarakat yang heterogen pasti akan terjadi perbedaan pandangan sosiokultural yang bila dibiarkan berlarut dapat mengarah pada disintegrasi bangsa .



6
*)       Kemudian pembahasan selanjutnya adalah “ Tinjauan penyelenggaraan binter oleh satter selama ini “
sejalan dengan reformasi nasional yang terus bergulir dan sedang dalam proses , TNI juga mengubah dan menyesuaikan perannya dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, untuk mengembalikan TNI pada jati dirinya , dimana TNI bertugas pokok dibidang pertahanan dan senantiasa baik baik dengan rakyat.
Dalam tinjauan ini subyek penyelenggaraan binter adalah seluruh komando jajaran TNI AD khususnya koter dari tingkat Kodam s/d koramil .
Selanjutnya penyelenggaraan binter oleh satter bersama masyarakat melalui perangkat organisasi yang asda serta memanfaatkkan kemuspidaan yang masih berlaku hingga saat ini

*)       Sehingga peran binter yang dilaksanakan untuk mencapai ketahanan wilayah guna mendukung terwujudnya sishankamrata dapat dilakukan dalaam bentuk peran kedalam yaitu membentuk setiap prajurit memiliki kemampuan untuk melaksanaklan binter dan bagi satuan maupun menciptakan kekutan kewilyahan yang dapat diandalkan sehingga tercipta daya tangkal . sedangkan peran keluar dilakukan untuk membantu mencapai sasaran sasaran pembangunan agar terwujud ketahanan daerah yang dinamis dan menguntungkan bagi penyelenggaraan hankamneg.
7
*)       Faktor factor yang mempengaruhi .
          Penyenggaraan binter oleh satter  kedepan bila dihadapkan dengan dinamika perkembangan lingkungan strategis dewasa ini sarat dengan perubahan yang signifikan
-      perkembangan global yang dipengaruhi oleh dominasi kepentingan Negara tertentu telah mengulirkaan wacana yang mendukung pembubaran koter .
-      Disisi lain belum stabilnya kawasn regional asia tnggara yang diwarnai pergolakan dalam negeri masing masing , masalah perbatasn antar Negara maupun sengketa kepulauan yang diperebutkan belum menemukan solusi yang pemanen . Hal ini mempengaruhi peran TNI yang akan datang      
-      Sedangkan perkembangan nasional dengan adanya konflik vertkal dan horizontal telah menyita perhatian dan tenaga serta keterlibatan TNI AD akan jumlah besar.
-      Belum lagi kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya , masalah politik yang cenderung memanas antara kubu pro penguasa dan yang kontra juga menuntut keterlibatan TNI sesuai peran dan fungsinya

*)       Namun demikian peluang dalam pemberdayaan satter masih tetep ada yaitu kontitusi koter / satter sehingga peyelenggara utama binter masih eksis .
         
8
sebagian besar masyarakat masih menghendaki keberadaan koter / kowil dipertahankan .
          Kembalinya TNI pada jati dirinya yang dapat memberikan jaminan terhadap netrlitas TNI .

*)       Sedang kendala yang dihadapi antaraa lain
-        Terbatasnya SDM prajurit satter , memberi kesan kurangnya professionalisme dapat melemahkan dukungan masyarakat .
-        menejemen territorial yang belum mengacu pada proses penyelenggaraan binter yang konsepsional , sehingga terkesan berpola piker tiba tiba .
-        Sosialisasi binter belum terlaksana dengan baik dan menyeluruh sehingga masyarakat kurang memahami pentingnya binter .
-        Adanya kelompok kecil masyrakat /elit tertntu yang berupaya menggalang opni public untuk membubarkan koter .

*)       dalam rangka mengantisipasi adanya kerawanan yang timbul sewaktu waktu dan mengancam itegritas bangsa dan negara termasuk terjadinya disintegrasi bangsa maka perlu mempelajari persepsi tentang ancaman dan pentingnya binter.
-        krisis ekonomi yang melahirkan krisis kepercayaan yang bergulir bersama lahirnya reformasi telah melahirkan permasalahan baru diantara timbulnya konflik baik vertical maupun horizontal
9
yang mengakibatkan lemahnya persatuan dan kesatuan .
-        Disisi lain konflik wacana ditingkat elit yan sering membawa gerakan masssa yang anarkhis serta proses disintegrasi bangsa yang ditandai denngan munculnya separatis diberbagai wilayah , mengharuskan bagi penyelenggaraan binter untuk melaksanakan tugas binter yang sesungguhnya yaitumenyiapkan potensi nasional menjadi kekuatan pertahan dan keamanan Negara .

*)       Disinilah pentingnya binter , untuk menyiapkan ruang , alat dan kondisi juang yang tangguh bagi kepentingan pertahanan dan keamanan Negara melalui sishankamrata . Dengan demikian selaama sishankamrata masih berlaku dan valid maka binter adalaah wahana untuk mencapainya .

*)       Agar kedepaan penyelenggaraan binter dengan memperdayakan satter dapat dilakssanakan secara professional dan proporsional , serta sesuai dengan tujuan dan sasaran dan dalam implementasinya dapat diterima dengan baik oleh masyaraakat , maka perlu dibuat suatu rumusan konkrit tentng upaya pemberdayaan satter dalam mencegah diintegrasi bangsa melalui :

10
-        Pemberdayaan potensi wilayah menjadi kekuatan wilayah meliputi potensi geografi dengan menyiapkan dan mengoperasikan data ter , menyiapkan daerah / wilayah sesuai dengan potensi yang ada , merencanakan dan memanfaatkan SDA.
-        Potensi demografi dengan menginvetarisir memafaatkan penduduk yang mampu dilibatkan menyiapkan penduduk dengan ppelatihan , memberikan masukan ppada pemda dalam upya pemerataan penduduk.
-        potensi kondisi social dengan mencipatakan situasi dan kondisi social yang kondusif, melaksanakan pembinaan kepada masyarakat, anjang sana / silaahturahmi dan membentuk serta mewujudkan kesadaran bertoleransi.

*)       Membuka jalur komunikasi langsung
          -        Penampilan ditengah masyarakat
                   =       senyum simpati
=       ucapkan salam , selamat pagi,Assalamualikum
=       mengenali adt istiadat
=       terhadap masyarakat yang menyimpan benih konflik harus dibina
=       Kewaspadaan dan pemantauan
=       terhadap pihak ketiga harus dilakukaan tindakan tegas

11
-        Kebersamaan dalam national building
=       Mengedapankan sikap dan tindakan persuasive
=       Mengadakan dialog untuk mencari solusi
=       Membangun rasa senasib sepenaggungan
=       Menggugah dan menumbuh kembangkan rasa solidaritas kebangsaan
-        Pendekatan social keagamaaan melalui momen2 kegiatan satuan

*)       Mensosialisasikan pemberdayaan temu/ lapor cepat
-        Pembinaan terus menerus dengan mencermati gejolak social
-        Membudayakan dan memberdayakan kemampuan deteksi dini dan cegah dini
-        Mencegah issue2 negatif
-        Membentuk kemampuan daya tangkal

*)       Menciptakan kemanunggalan TNI Rakyat

*)       Bapak Panglima YTH

Dari uraian tsb diatas kami dapat menyimpulkan bahwa :

-       
12
-      Ketahanan wilayah merupakan tanggungjwab seluruh komponen bgsa , hal ini sejalaan dengan sishankamrata .
-      Penyelengaraan sishankamrata perlu menyiapkan kekuatan pertahanan keaamanan Negara secara terencana , terintegrasi dan bekesinambungan dalm hal ini penyelenggaraan binter merupakan upaya mewujudkan potensi wilayah dan kekuatan wilayah
-      Dalam era reformasi TNI secara sistimatis dan pasti melaksanakaan reformasi internal  , termasuk penyesuaian2 dalam penyelenggaraan binter. Dengan demikian  pengkajian perundang undangan , tanggapan masyarakat memberi yustifikasi keberadaan binter
-      Pengaruh lingkungan strategi telah memberi dampak perubahan2 termasuk penyelengaraan binter. Oleh karenanya perlu dilakukan upaya untuk pemberdayaan satuan teritorial dalam menyelenggarakan binter guna menyiapkan potensi wilayah menjadi kekuatan wilayah dalam rangka mencegah disintegrasi bangsa .







13

*)       Selanjutnya untuk memberdayakan satter kedepan kami menyarankan ;


-        Perlu dibuat UU yang bersifat ooperasional sbg penjabaran dari landasan konstitusional dalm penyeleggaraan binter.
-        Perlu dilakukan Validasi Organisasi koter / satter yang selaras dengan tugas2 binter dimasa yang akan dating .


*)       Demikian paparan kami selanjutnya mohon petunjuk .
         


           



Tidak ada komentar: